Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

MENGAPA KITA MENGENANG (Refleksi Untuk Demokrasi di Bulan Para Pahlawan)

Gambar
  Prolog Berbicara soal kenangan berarti kita berjumpa dengan serangkaian kisah yang pernah terukir pada satu periode waktu sebelum sekarang. Atau dengan kata lain, kita berjumpa dengan sejarah. Sejarah adalah jalan menuju pemahaman atas berbagai persoalan manusia. Dengan bersejarah manusia dapat sampai pada pemahaman tentang berbagai persoalannya secara baik. [1] Singkat kata, manusia yang bersejarah ialah manusia refleksif yang sedang mendalami dirinya sambil berusaha menginternalisasi nilai-nilai yang diperoleh dari refleksi tersebut. Bagi saya, manusia yang mau menghargai sejarah adalah manusia yang menjunjung kodratnya sebagai makhluk yang beradab. Bangsa Indonesia yang kini terkenal di sentero jagad pun tidak bisa menolak kalau dikatakan bahwa ia merupakan bagian dari sejarah dunia. Apa yang membuat Indonesia dikenal dan menjadi sejarah, telah kita ketahui bersama sejak perjumpaan kita dengan sejumlah cerita baik lisan maupun tertulis tentang negara ini. Akan tetapi, sem...

AMNESIA RAS MANUSIA PLASTIK

  PENGANTAR Sewaktu terlahir dan menjadi anak manusia tidak seorang pun pernah mempersoalkan kesempurnaan tubuhnya. Yang mungkin pasti diperbuat pada saat kelahiran itu ialah mengungkapan syukur dan terima kasih kepada Tuhan yang menyelenggarakan semuanya itu. Cacian tentang atau nistaan untuk diri yang terlahir dengan segala kekurangan dipastikan belum ada. Akan tetapi dalam perkembangan waktu, ketika usianya bertambah, intelek berkembang, selera hidup tinggi juga karena ia sendiri telah sanggup memberikan keputusan maka manusia itu mulai memberikan penilaian terhadap dirinya, tubuhnya, sesama, dunia dan Tuhan. Dia memperbandingkan banyak hal dalam dirinya. Ada perbandingan yang menghantar pada kepuasan tetapi ada juga yang mengecewakan. Dan pada umumnya kekecewaan-kekecewaan tersebut menuntut manusia membuat sebuah perubahan. Salah satu kekecewaan yang terjadi selama ini ialah kecewa terhadap tubuh. Ada orang yang tidak puas dengan tubuhnya yang tidak secantik dia atau tidak ...

AGAMA DALAM PARADOKS PASSIO-COMPASSIO

  I PENDAHULUAN             “Apa itu agama dan seperti apa dasar legitimasinya?” Sedianya pertanyaan eksistensial amat menentukan persepsi yang selanjutya melahirkan pengakuan terhadap agama, khusus di abad postmodern ini. Agama harus mampu mendefinisikan dirinya tepat agar ia bisa eksis. Nietzche pernah berujar demikian: Gott ist tot ­– Allah sudah mati. Ungkapan ini menjadi satu kredo yang bisa dikatakan sebagai negasi keras terhadap eksistensi agama. [1] Kalau Allah telah mati untuk apa agama ada? Apa yang harus kita lakukan agar peranan agama kembali nampak bagi komunitas manusia. Oleh karena itu, dalam tulisan ini kita akan melihat sejauh mana pandangan penulis tentang agama, peranannya dan yang terpenting dasar legitimasinya yang rasional? Untuk menjelaskan semuanya ini, pertama-tama penulis berusaha memahami konsep dasar agama dari sudut etimologisnya. Kemudian dalam terang teologis Johann Baptista Metz konsep ini dik...